Ada beberapa kegiatan monitoring yang dilakukan Kostajasa dalam pengelolaan hutan rakyat lestari. Mulai dari pengamatan Situs Budaya, Mata Air, Erosi tanah, Debit sungai yang ada di wilayah Kelompok Tani Hutan, dan masih banyak lagi kegiatan monitoring
Hal ini untuk dapat terus memantau perkembangan dan juga untuk melihat apakah ada kegiatan Kostajasa yang akan mempengaruhi dari sisi lingkungan hidup maupun hal lainnya.
Monitoring adalah alat pemantauan berbagai dampak baik langsung maupun tak langsung dari kegiatan Kostajasa
Monitoring Debit Sungai
Sungai sebagai sumber air bagi pertanian dan perkebunan di desa perlu dilakukan monitoring baik debitnya maupun sedimentasinya. Hal ini untuk melihat apakah ada dampak dari kegiatan Kostajasa selaku manajemen Hutan Rakyat, maupun kegiatan dari anggota Kelompok Tani Hutan Rakyat yang ada di wilayah itu.
Ada beberapa titik yang diambil sebagai tempat pengamatan/monitoring tahunan dengan mempertimbangkan aspek geografis dan keterwakilan wilayah sebaran anggota KTHR. Di sebelah utara dilakukan di Desa Logandu Kec. Karanggayam,
di wilayah timur ada di Desa Giripurno Kec. Karanganyar, sementara di wilayah tengah dilakukan di Desa Pohkumbang Kec. Karanganyar. Untuk mewakili wilayah barat dilakukan di Desa Wonoharjo Kec. Rowokele yang kondisi geografisnya berupa pegunungan. Terakhir dilakukan pengamatan di Desa Sikayu Kec. Buayan yang merupakan kawasan bentang Karst yang unik.
Pemilihan lokasi ini berdasarkan letak geografis serta aktifitas pemanenan Kostajasa yang cukup intens tahun sebelumnya. Selain itu juga berdasarkan rekomendasi oleh Tim HCV pada saat melakukan assessment di areal kerja Kostajasa.
Pengamatan Sumber Air/Mata Air
Tahun ini dilakukan secara visual dengan pengambilan foto lokasi sumber air/mata air serta penggunaannya oleh masyarakat. Terakhir kali dilakukan pengambilan sampel air dan dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kelayakan air sebagai air minum pada tahun 2014 akhir. Mengingat besarnya biaya yang tahun itu saja mencapai Rp2 juta, maka tahun ini dilakukan pengamatan secara visual, tapi rencananya akhir tahun akan diambil sampel air dan diperiksa di laboratorium dengan bertahap (tidak secara keseluruhan langsung).
Pengambilan dan pemeriksaan laborat sampel air dari mata air disepakati akan dilakukan per wilayah geografis 1 titik di akhir tahun yang bisa mencapai 4 – 6 lokasi mata air. Lokasi mata air yang diambil berdasarkan hasil Studi HCV baik di awal maupun tambahan pada lokasi KTHR baru.
(bersambung)

Leave a Reply