Gula kelapa yang merupakan produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) atau NTFP (Non Timber Forest Product) bagi petani anggota Hutan Rakyat Kostajasa sangat diharapkan untuk dikembangkan, hal ini mengingat pendapatan petani dari pembuatan gula merupakan pendapatan harian mereka. Dari 27 KTH yang ada saat ini, terdapat 10 KTH yang memiliki potensi pembuatan gula kelapa baik cetak maupun serbuk.
Mulai akhir tahun 2016 Kostajasa mulai bergerak untuk menangani gula dengan focus pada produksi gula kelapa serbuk atau yang umum dinamakan gula semut. Pembuatan gula perlu dilakukan modifikasi terkait keamanan produk pangan setelah Kostajasa membawa petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen untuk memberikan pelatihan langsung kepada petani gula. Dengan tegas Kostajasa meminta kepada petani gula untuk menggunakan Pongkor (wadah nira) dari Bambu, bukannya dari kaleng/botol bekas apapun. Hal ini untuk menjaga produk gula yang dihasilkan aman dari sisi kesehatan. Tidak diperkenankannya menggunakan obat apapun di dalam Pongkor saat menderes kelapa selain kapur dan tatal kulit pohon manggis. Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan petani dalam pembuatan gula, Kostajasa mencanangkan penggunaan cerobong pada tungku untuk memasak secara bertahap.
Pelatihan dan PIRT
Pelatihan Keamanan Produksi Makanan dilakukan dengan meminta petugas dari Dinas KEsehatan Kabupaten Kebumen melakukan pelatihan langsung ke petani pembuat gula. Meskipun melalui perjalanan yang cukup rumit, akhirnya pelatihan dapat dilakukan meskipun dilakukan pada hari Sabtu yang notabene staff Dinas Kesehatan libur. Dengan antusias para ibu-ibu pembuat gula mengikuti pelatihan ini. Ada banyak pertanyaan yang menarik dari petani, tak lebih karena kebiasaan para petani dalam melakukan proses pembuatan gula di dapurnya.
Pelatihan Keamanan Produk Gula dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen
Seluruh petani yang mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat pelatihan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen yang dijadikan salah satu syarat pembuatan PIRT melalui BPMPT (Perijinan) Kabupaten Kebumen. Setelah melalui proses memeriksakan sample gula ke Laboratorium Dinas Kesehatan, Kostajasa mengajukan perijinan PIRT ke BPMPT Kabupaten Kebumen.
Selanjutnya petugas dari BPMPT Kebumen melakukan pemeriksaan dari mulai kemasan yang akan dipergunakan hingga ke dapur petani yang memproduksi gula serbuk. Petugas mendatangi rumah bu Ratiah di dusun Beji, Desa Wonoharjo sebagai salah satu petani yang membuat gula serbuk. Wawancara dilakukan langsung dengan bu Ratiah maupun pak Murto yang tiap pagi dan sore mengambil air nira kelapa.


Pembuatan Gula Serbuk
Tidak semua petani yang ada di wilayah kerja Kostajasa dapat membuat gula serbuk yang baik. Bahkan petani yang sudah dilakukan pelatihan keamanan pangan juga belum semuanya memahami pembuatan gula serbuk dengan mutu yang baik. Kostajasa mengambil anggota petani dari Desa Wonoharjo yang memiliki 3 KTH sebagai pilot project pembuatan Gula Serbuk dan Penanganan Sertifikasi Halal MUI. Dengan membuat pilot project yang baik, maka akan lebih mudah untuk direplikasi di KTH-KTH lain yang memiliki potensi gula.
Ibu-ibu yang belum yakin cara pembuatan gula serbuk yang baik berkumpul di rumah ibu Ratiah untuk belajar bersama. Mereka secara bertahap ikut dalam proses pembuatan gula kelapa serbuk dari sejak memasak sampai menapis dengan saringan hasil gula serbuk siang itu.
Selesai pembuatan gula serbuk dilanjutkan dengan penyampaian sekali lagi ketentuan dalam pembuatan gula serbuk sesuai Kebijakan Halal Kostajasa. Petani tidak diperkenankan menggunakan minyak selain minyak kelapa buatan sendiri, petani tidak diperbolehkan mengambil air nira dengan menggunakan botol atau kaleng bekas, jadi harus menggukanan pongkor dari bambu. Untuk mengganti kaleng bekas yang masih ada, perlahan secara bertahap akan dibantu oleh Kostajasa dengan penggantian secara diangsur oleh Petani. Begitu juga jika petani membutuhkan wajan atau alat produksi yang cukup besar biayanya, akan diusahakan oleh Kostajasa pengadaannya tentu dengan bertahap mengingat kondisi keuangan Kostajasa.

Leave a Reply