Dedikasi Pak Ketua

Dengan suara bulat 52 anggota Koperasi yang juga masuk sebagai pendiri Koperasi Taman Wijaya Rasa (KOSTAJASA) menetapkan bapak Drs. Sunarto Faidol Mubarok sebagai Ketua Pertama sebuah koperasi yang bergerak dalam pengelolaan hutan rakyat. Koperasi yang bertekad untuk memperoleh pengakuan pengelolaan berkelanjutan dengan standar internasional yaitu FSC® (Forest Stewardship Council).

Pertemuan pertama sekaligus sosialisasi terkait perkoperasian dari Dinas Koperasi Kabupaten Kebumen berlangsung selama 3 hari (23-25 Juli 2007) diinisiasi oleh lembaga internasional TFT (The Tropical Forest Trust). Sebagai Ketua pertama sebuah koperasi yang bergerak di bidang pengelolaan hutan rakyat yang akan meraih sertifikasi pengelolaan hutan berstandar internasional bukanlah mudah.

Di awal kegiatan Kostajasa, pak Narto bersama staff TFT bahu membahu melakukan sosialisasi terus menerus ke seluruh KTH yang sudah tergabung dalam pengelolaan hutan rakyat Kostajasa ataupun ke desa potensial untuk diajak bergabung dengan Kostajasa.

Kerja utama pak Narto sebagai pamong desa sudah sangat padat, karena beliau aktif di hampir semua kegiatan desa. Selain staff bidang Kesra di Desa Candi, juga sebagai PPN di KUA Kecamatan Karanganyar, menjadi Ketua Kelompok Tani Ternak dengan Kandang Komunalnya dan aktif di masjid di dekat rumahnya. Mencari pakan ternak sapinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, terlebih dengan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan diemban pak Narto dengan sabar. Capek? Pasti sebagai manusia merasakan capek, tapi pak Narto dengan sabar menjalani tugas yang diamanatkan kepadanya, termasuk kegiatan sosialisasi dan lainnya di Kostajasa.

Meeting Pengurus dan Manajemen dengan pendampingan dari Fasilitator TFT

Meskipun tanpa bekal pendidikan di bidang kehutanan sama sekali, memegang amanah sebagai Ketua Koperasi yang bergerak di bidang kehutanan dan sertifikasi bukanlah hal mudah. Namun dengan kepercayaan yang tinggi pada pendamping dari TFT serta kerja seluruh staff Kostajasa, pak Narto selalu menjadi pendingin dan pengayom yang sabar bagi semuanya. Pada aspek teknis dipercayakan penuh pada staff manajemen, namun untuk melakukan sosialisasi di tingkat Kelompok menjadi bagian pak Narto. Ketekunan dan dengan perlahan belajar dari pendamping tentang apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan pengelolaan hutan berkelanjutan yang akan meraih sertifikasi pengelolaan hutan rakyat skala internasional.

Seringnya bersama pendamping dari TFT melakukan sosialisasi tentang pengelolaan hutan rakyat berkelanjutan skema FSC, memudahkan pak Narto dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan auditor pada saat Main Assessment tahun 2008.

Beberapa kali periode kepengurusan KSU Taman Wijaya Rasa berakhir, anggota tetap memilih dan memberikan amanat kepada pak Narto sebagai Ketua Koperasi. Meskipun untuk struktur di bawahnya berganti Sekretaris dan atau Bendahara, pak Narto tetap terpilih kembali menjadi Ketua. Hal bisa terjadi selain karena tidak ada pembatasan periode kepengurusan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi, tetapi semua anggota melihat di bawah kepemimpinan pak Narto yang adem dan tenang menjadi alasan tersendiri anggota memilih kembali pak Sunarto.

Beberapa dokumentasi kegiatan pak Sunarto dalam pengelolaan hutan rakyat dapat dilihat, baik dengan Kelompok Tani Hutan, tamu dalam dan luar negeri, menjadi bagian dalam memory yang tak akan terlupakan oleh Kostajasa.

Berita menggelegar diterima Manajemen Kostajasa pada tanggal 31 Maret 2023, pak Sunarto FM meninggal dunia dengan tenang di RS PKU Muhammadiyah Gombong. Setelah cukup lama merasakan sakit, pak Narto menghadap Sang Khalik. Anggota KTH yang mendapat kabar segera ikut hadir melayat saat pemakaman Pak Sunarto, namun ada juga beberapa KTH yang hadir terlambat karena informasi yang terlambat mereka terima. Namun karena rasa kekeluargaan yang kental di Kostajasa, para petani hutan dari berbagai desa dan kecamatan dalam wilayah kerja Kostajasa menghaturkan bela sungkawa mendalam pada keluarga pak Sunarto. Karangan bunga dari Earthworm Foundation yang sebelumnya bernama The Forest Trust juga datang dari Jakarta. The Forest Trust yang bersama-sama pak Narto membangun hutan rakyat Kostajasa sejak dari awal sangat kehilangan sosok Ketua yang setia dalam suka duka membangun hutan rakyat sertifikasi di Kebumen. Karangan bunga juga dikirim dari PT. Intishar Sadira Eshan, lembaga sertifikasi IFCC yang belum lama berinteraksi dengan Kostajasa dan pak Narto.

SELAMAT JALAN PAK NARTO

HUTAN RAKYATMU KAN KUJAGA SELALU DALAM KEBERSAMAAN & KEKELUARGAAN

One response to “Dedikasi Pak Ketua”

  1. اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Leave a Reply

Discover more from Kostajasa Community Forest

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading