
Di sebuah balai pertemuan yang dikelilingi pepohonan, Rapat Anggota Tahunan (RAT) KOSTAJASA dimulai. Bukan sekadar rapat tahunan, RAT adalah momen yang selalu dinantikan anggota koperasi dan Kelompok Tani Hutan (KTH). Di sini, mereka tidak hanya datang untuk mendengar laporan, tetapi juga untuk merayakan kebersamaan antar kelompok tani hutan–dimana persaudaraan diperkuat.

Acara diawali dengan pemaparan laporan tahun buku sebelumnya. Slide demi slide cerita tentang upaya menjaga hutan sesuai dengan skema FSC dan IFCC dalam kurun waktu satu tahun sebelumnya disampaikan dengan transparansi penuh. Mulai dari peningkatan dampak positif hingga pencapaian dalam meminimalisir dampak negatif dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Laporan ini menjadi pengingat akan berartinya setiap langkah dan upaya kolektif masyarakat anggota kelompok tani hutan KOSTAJASA. Para anggota Kelompok Tani Hutan menyimak, melihat bagaimana kontribusi mereka selama setahun terakhir berdampak pada berkembangnya KOSTAJASA.

Dari refleksi hingga visi, rapat berlanjut dengan pemaparan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Strategi untuk tahun depan mulai dipetakan, yang selalu mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Kemudian, dalam Rencana Kerja Pengelolaan Hutan Rakyat (RKPHR) periode 5 tahun, arah pengelolaan jangka panjang lima tahun ke depan dipaparkan, memastikan keberlanjutan hutan rakyat tetap terjaga.

Setelah penyampaian laporan dan rencana, suasana berubah lebih hangat. Alunan musik dalam hiburan tradisional mengambil alih panggung, menghidupkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan di antara para anggota. Denting musik lokal dan tarian khas daerah menjadi pengingat bahwa menjaga budaya sama pentingnya dengan menjaga hutan rakyat. Tradisi ini memperkuat akar kebudayaan petani hutan, membuat setiap anggota merasa bahwa mereka bukan hanya bagian dari koperasi, tetapi juga dari sebuah warisan yang lebih besar.


Keriuhan berlanjut saat sesi doorprize dimulai. Nama-nama dipanggil, tawa dan tepuk tangan menggema di ruangan. Semua anggota punya kesempatan yang sama untuk membawa pulang hadiah, dan momen ini menjadi penghubung emosional di antara mereka. Tak ada jarak, hanya semangat persaudaraan yang semakin erat.
Dan tentu saja, puncak RAT tidak lengkap tanpa pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Saat amplop-amplop dibagikan, senyum merekah di wajah para anggota. SHU ini adalah simbol nyata dari hasil kerja kolektif mereka. Lebih dari sekadar angka, itu adalah pengingat bahwa keberhasilan koperasi lahir dari semangat bersama.
Namun, RAT tidak hanya berhenti pada hari itu. KOSTAJASA memanfaatkan forum ini untuk memastikan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Evaluasi dilakukan dengan melibatkan anggota secara aktif, memastikan inovasi terus berjalan. Setiap pencapaian hari ini adalah fondasi untuk langkah yang lebih besar esok.
RAT KOSTAJASA tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga sebuah perjalanan emosional. Dari laporan hingga hiburan, dari canda tawa hingga visi jangka panjang, setiap elemen acara ini menyatu untuk mendukung masa depan hutan rakyat yang semakin lestari. Ketika anggota pulang, mereka membawa lebih dari sekadar informasi—mereka membawa semangat baru untuk menjaga hutan rakyat dan kelompok tani yang mereka cintai.
Dokumentasi : https://youtu.be/Tdco46qeyzc


Leave a Reply