Sudut Pandang Berbagi Kasih: Darsimin

MENDENGAR KISAH MEREKA

Penulis : Darsimin (Staff produksi & coc)

“Untuk makan sehari-hari, bagaimana caranya, Bu?” tanya kami. “Saya makan seadanya saja. Kalau tidak ada beras, ya paling makan pisang atau singkong.” Jawab Bu Jakinem dengan lirih. Bu Jakinem adalah seorang wanita berusia 56 tahun yang tinggal di KTH Sri Mulyo. Beliau tinggal sendirian di rumah karena tidak memiliki anak dan orang tuanya telah tiada. Mendengar jawaban itu, hati saya merasa sedih karena ternyata masih banyak orang di sekitar kita yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.

Mulai pada hari Senin, 10 Maret 2025 hingga 12 Maret 2025, kami beserta rekan-rekan dari staf KOSTAJASA melaksanakan kegiatan santunan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa di 22 KTH (Kelompok Tani Hutan) yang berada di wilayah kerja KOSTAJASA. Wilayah ini mencakup 8 kecamatan, 2 kabupaten, dan 20 desa.

Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk membagikan santunan tersebut di 6 KTH berikut:

  • KTH Giri Mulyo, Desa Wonoharjo
  • KTH Mulyo Sari, Desa Wonoharjo
  • KTH Sri Mulyo, Desa Giyanti
  • KTH Sari Tani, Desa Sukomulyo
  • KTH Sido Mulyo, Desa Wagirpandan
  • KTH Tani Makmur, Desa Wonoharjo

Berkat data dari masing-masing KTH, kami dari KOSTAJASA dapat menyalurkan santunan kepada 10 orang penerima di setiap KTH yang benar-benar layak dan membutuhkan.

Pada hari pertama, saya ditemani oleh Ketua KTH Giri Mulyo. Kami mulai bergerak dari rumah ke rumah untuk memberikan santunan. Rata-rata penerima bantuan adalah mereka yang berada dalam kondisi sangat membutuhkan. Dari sekian banyak penerima yang saya temui, salah satu yang kondisinya sangat memprihatinkan adalah Bapak Sandik dari KTH Giri Mulyo, Desa Wonoharjo.

Beliau tinggal hanya berdua dengan anak perempuannya yang sudah sepuh dan tidak memiliki anak. Sehari-hari, mereka hanya mengandalkan penghasilan dari mencari daun cengkeh untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ketika kami datang untuk memberikan santunan, beliau sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh KOSTAJASA. Bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pada hari yang sama, saya juga berbagi santunan di KTH Mulyo Sari, Desa Wonoharjo. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga, penuh dengan kesan sedih, haru, sekaligus bahagia.

Pada hari kedua, saya ditemani oleh rekan staf dari KOSTAJASA dan Ketua KTH Sri Mulyo, Desa Giyanti, Bapak Samiardi. Kami bergerak membagikan santunan sesuai dengan data yang telah kami terima dari pengurus KTH.

Di KTH Sari Tani, Desa Sukomulyo, Alhamdulillah kami ditemani oleh Kepala Wilayah (Pak KAWIL). Beliau sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh KOSTAJASA untuk warganya. Beliau juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut.

Pada hari ketiga, saya mengunjungi KTH Sido Mulyo di Wagirpandan dan KTH Tani Makmur. Saya melihat langsung kondisi rumah serta kebutuhan hidup sehari-hari para penerima santunan yang memang sangat membutuhkan bantuan. Mereka semua sangat bersyukur dan berterima kasih atas santunan dari KOSTAJASA, yang bagi mereka sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Secara pribadi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada KOSTAJASA dan rekan-rekan manajemen yang telah memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan santunan dan donasi kali ini. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu ladang pahala bagi kita semua. Semoga pengalaman ini juga dapat menginspirasi teman-teman, baik dari lembaga, pengusaha, maupun individu yang memiliki kemampuan lebih, agar lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar kita yang masih membutuhkan bantuan.

Leave a Reply

Discover more from Kostajasa Community Forest

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading