Setiap akhir musim kemarau, sebuah tradisi penting berlangsung di tengah-tengah Kelompok Tani Hutan (KTH) KOSTAJASA. Pada pertemuan triwulanan, para anggota berkumpul, membawa harapan untuk regenerasi hutan mereka. Salah satu momen yang paling dinanti adalah pengisian formulir permintaan bibit. Dalam formulir tersebut, para anggota mencatat jenis bibit yang mereka butuhkan untuk kawasan hutan rakyat yang mereka kelola. Tradisi ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga simbol kolaborasi yang mempererat hubungan antara KOSTAJASA dan para anggota KTH.

Setelah formulir diterima, KOSTAJASA tidak sekadar mendistribusikan bibit secara merata. Kami mempelajari dan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah secara seksama. Untuk daerah-daerah yang sulit air, KOSTAJASA memberikan prioritas pada jenis Tanaman Konservasi seperti Beringin (Ficus benjamina), Gayam (Inocarpus fagifer), Picung (Pangium edule), dan juga Trembesi (Samanea saman) yang memiliki kemampuan menjaga ketersediaan air di kawasan tersebut. Sementara itu, di wilayah yang lebih subur, anggota dapat memilih tanaman MPTS (Multi-Purpose Tree Species) seperti Durian (Durio zibethinus) dan Alpukat (Persea americana), yang tidak hanya bermanfaat secara ekologis tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Proses ini penetapan jenis bibit dari usulan tiap KTH ini untuk memastikan bahwa setiap bibit yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.


KOSTAJASA memahami bahwa keberlanjutan Hutan Rakyat tidak hanya bergantung pada jenis tanaman yang ditanam, tetapi juga pada bagaimana tanaman tersebut mendukung ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemilihan bibit selalu berlandaskan pada prinsip keberlanjutan, mengintegrasikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi. Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus menjaga hutan rakyat lestari, sekaligus memberikan dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat.
Pemenuhan bibit gratis untuk didistribusikan ke seluruh anggota KTH dan juga warga desa setempat diperoleh dengan pembelian bibit oleh Kostajasa. Semula Kostajasa pernah mengelola persemaian baik yang di tingkat KTH dan terakhir persemaian terpusat yang dikelola langsung oleh manajemen Kostajasa. Beberapa pertimbangan baik teknis maupun finansial serta dari hasil diskusi pada saat pertemuan Triwulan, akhirnya persemaian terpusat dihentikan. Namun Kostajasa tetap menyiapkan pengadaan bibit gratis untuk KTH. Pengadaan bibit gratis ini sebagai wujud komitmen Kostajasa yaitu dari hutan, dikembalikan ke hutan.


Di balik distribusi bibit ini, ada semangat yang lebih besar: menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Para anggota KTH tidak hanya menanam bibit untuk kebutuhan mereka sendiri, tetapi juga untuk memastikan bahwa regenerasi hutan tetap berjalan secara berkesinambungan. Melalui setiap bibit yang ditanam, KOSTAJASA bersama para anggota menanam harapan baru untuk keberlanjutan hutan rakyat yang lestari.
Melalui langkah-langkah ini, KOSTAJASA terus berkomitmen untuk mengelola hutan rakyat bersertifikat yang berfokus pada masyarakat. Dengan pendekatan yang mengutamakan kolaborasi dan keberlanjutan, kami percaya bahwa upaya kolektif ini dapat terus memberikan manfaat nyata dalam aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Leave a Reply