
Tim tebang KOSTAJASA adalah contoh dari para petani yang tak hanya mengandalkan sawah sebagai sumber penghidupan utama. Mereka siap beralih menjadi tim tebang pohon saat ada PO (Purchase Order) supply dari pabrik. Meski pekerjaan menebang pohon dan sarad/garad (memikul log yang sudah ditebang ke tempat penampungan sementara) bukanlah aktivitas harian mereka, mereka menganggapnya sebagai kesempatan penting yang datang ketika kebutuhan kayu muncul. Pada setiap PO, anggota tim harus segera bersiap, meskipun bisa saja pada hari sebelumnya mereka sudah menghabiskan waktu seharian di sawah, terlebih ketika saat musim panen. Setelah menanam dan merawat padi, mereka langsung melanjutkan pekerjaan yang memerlukan fisik ekstra. Tanpa keluhan, mereka menghadapinya dengan tekad untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Bagi tim tebang KOSTAJASA, pekerjaan menebang pohon adalah sumber pendapatan tambahan yang sangat berarti. Mereka tidak pernah tahu kapan pesanan akan datang, namun mereka selalu siap untuk beralih dari kegiatan bertani ke menebang pohon begitu kesempatan itu muncul. Meskipun tugas mereka sebagai petani tidak pernah berhenti, tambahan penghasilan dari menebang pohon sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terus berkembang. Dengan kesadaran bahwa mereka memiliki kesempatan mendapatkan sumber penghasilan tambahan, mereka dengan sabar menjalani kedua pekerjaan ini, berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga mereka.
Menebang pohon datang dengan tantangannya sendiri, terutama ketika dijalani setelah seharian penuh bekerja di sawah. Tapi bagi tim tebang KOSTAJASA, hal itu bukan beban, melainkan bagian dari irama hidup yang sudah mereka kenal. Mereka tahu cara mengatur nafas setelah mencangkul, dan tahu kapan harus menggenggam mesin chainsaw dan memanggul log/gelondong kayu dengan lebih mantap. Ketika pesanan datang, fokus mereka bergeser: dari barisan padi ke batang pohon yang harus ditebang dan ditata. Setiap langkah dijalani dengan kehati-hatian, karena menjaga kualitas kerja bukan hanya soal profesionalisme, tapi juga soal rasa hormat pada pekerjaan itu sendiri. Mereka terbiasa membaca tekstur tanah dan arah angin, memperhitungkan jatuhnya pohon agar tidak merusak apapun di sekitarnya. Ketepatan itu lahir dari ketekunan yang tumbuh dari pengalaman—dan rasa percaya diri atas keterampilan yang terus diasah dari musim ke musim.


Tim tebang KOSTAJASA menjalani kedua pekerjaan mereka dengan penuh dedikasi. Mereka tidak mencari pengakuan, karena bagi mereka, bertani dan menebang pohon adalah bagian dari keterampilan yang telah lama mereka kuasai. Perpindahan peran dari ladang ke hutan bukanlah hal yang luar biasa, melainkan bagian dari ritme hidup yang mereka jalani dengan tenang dan terampil. Dalam keheningan kerja mereka, tersimpan kebanggaan atas kemampuan merawat tanah sekaligus membaca arah jatuhnya pohon—dua keahlian yang tumbuh bersama waktu.

Leave a Reply