Menjaga Akuntabilitas Melalui Social Impact Assessment (SIA)

Di KOSTAJASA, kami selalu menekankan bahwa pengelolaan hutan rakyat bukanlah soal mencapai target angka volume atau memenuhi standar sertifikasi semata, melainkan tentang memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami terapkan benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan Social Impact Assessment (SIA), kami turun ke lapangan untuk mendengar langsung suara dan pengalaman anggota Kelompok Tani Hutan (KTH). Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen kami untuk mengetahui apakah setiap langkah yang kami ambil—dari penebangan, penanaman kembali, dan pengelolaan hutan rakyat yang sistematis—berhasil menjaga kelestarian hutan rakyat sekaligus membantu anggota KTH dalam aspek sosial dan ekonomi.

Hasil SIA yang kami lakukan di tahun 2023 menunjukkan bahwa 89% responden merasa kondisi hutan kini lebih terjaga dibandingkan SIA sebelumnya di tahun 2019, sebuah indikator positif atas upaya kami menerapkan praktik pengelolaan hutan rakyat lestari. Meskipun begitu, hasil SIA juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu kami atasi. Salah satunya adalah praktik tebang butuh oleh anggota KTH yang belum sepenuhnya sinkron dengan kebutuhan suplai industri dari Kostajasa, sehingga memerlukan pendekatan koordinasi yang lebih intensif. Selain itu, perubahan mindset terkait pelarangan penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) juga bukan hal yang mudah. Diperlukan waktu serta pendekatan edukatif yang berkelanjutan agar seluruh stakeholder dapat memahami dan menerapkan prinsip ini secara konsisten. Meski demikian, sebagian besar responden tetap menunjukkan kepercayaan terhadap dampak kegiatan tebangan kami, dengan 87% percaya bahwa kegiatan tersebut tidak merusak mata air dan 91% merasa bahwa vegetasi sekitar tetap terjaga. Temuan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mempertahankan sistem pengelolaan hutan rakyat yang kami terapkan sekaligus terus membuka ruang-ruang perbaikan demi kelestarian yang berkelanjutan.

Kami tidak hanya berhenti pada pengumpulan data; informasi yang kami peroleh melalui SIA menjadi dasar untuk menyempurnakan kegiatan kami dalam rangka continuous improvement (perbaikan dan pengembangan secara terus-menerus). Dengan rutin mengadakan dialog langsung bersama anggota KTH, kami mendengar masukan dan saran yang sangat berharga untuk mengoptimalkan praktik pengelolaan hutan. Hal ini terbukti dari antusiasme anggota, di mana 97% responden sangat berharap terhadap rangkaian kegiatan pengelolaan hutan rakyat yang kami lakukan. Harapan tersebut tidak hanya menjadi motivasi bagi pengurus dan manajemen, tetapi juga menjadi pendorong untuk terus berinovasi dan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan hutan rakyat lestari.

Bagi kami, Social Impact Assessment adalah cermin dari komitmen kami terhadap transparansi dan kepedulian nyata. Melalui pendekatan ini, kami berusaha memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami terapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan hutan rakyat harus dilihat dari dampak jangka panjang yang menguntungkan tidak hanya aspek ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi keluarga. Dengan terus mendengarkan dan belajar dari pengalaman langsung di lapangan, kami bertekad untuk menjadikan hutan rakyat sebagai sumber kehidupan yang lestari bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Discover more from Kostajasa Community Forest

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading