Kenal Lebih Dekat: Swietenia Macrophylla & Swietenia Mahagoni

Ketika kelompok tani dampingan KOSTAJASA pertama kali dibentuk, di awal kegiatan Kostajasa memfokuskan pada satu jenis pohon: Mahoni. Nama kelompok tani awalnya pun mencerminkan hal itu—KTM atau Kelompok Tani Mahoni Dari sinilah nama KOSTAJASA (Koperasi Taman Wijaya Rasa) lahir, dengan kata “Taman” dimaknai sebagai singkatan dari “Tani Mahoni.” Mahoni bukan hanya tanaman, tetapi menjadi simbol awal perjalanan koperasi ini dalam mendampingi petani hutan menuju pengelolaan yang berkelanjutan.

Berbicara pohon Mahoni, terdapat dua jenis yang umum dikenal dan ditanam oleh petani dampingan KOSTAJASA: Swietenia mahagoni dan Swietenia macrophylla. Keduanya sama-sama tergolong jenis mahoni, namun memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari bentuk batang dan daun, tetapi juga pada kebutuhan ruang tumbuh, kecepatan pertumbuhan, dan respon terhadap iklim. Kehadiran dua jenis ini memberi petani opsi untuk menyesuaikan penanaman dengan kondisi lahan yang dimiliki serta preferensi pasar.

Swietenia mahagoni cenderung tumbuh lebih ramping dengan batang yang lurus dan serat kayu yang halus. Ia lebih cocok ditanam di lahan yang padat dan memiliki pencahayaan cukup. Sementara itu, Swietenia macrophylla memiliki tajuk yang lebih lebar dan pertumbuhan batang yang lebih cepat, sehingga menjadi pilihan menarik bagi petani yang ingin panen dalam waktu lebih singkat. Meskipun memiliki kelebihan dari sisi volume kayu, macrophylla juga memerlukan ruang tumbuh yang lebih luas dan perawatan ekstra pada masa awal tanam.

Dalam praktiknya di lapangan, petani tidak atau sangat jarang menanam Mahoni, lebih banyak memindahkan anakan atau memelihara Mahoni yang sudah terlihat tinggi.  Hal ini mengingat begitu banyaknya anakan alam yang tersebar di lahan kebun petani. Anakan alam ini tersebar bilamana di lahan petani itu sendiri atau dari lahan tetangga di sekitarnya terdapat pohon Mahoni yang sudah besar dan menghasilkan buah.  Bahkan tidak jarang petani membuang anakan alam yang tumbuh di lahannya karena terlalu banyak dan akan ditanam jenis bibit lainnya. Oleh karena itu di wilayah Kabupaten Kebumen dan sekitarnya (Kabupaten Banyumas, Banjarnegara dan Cilacap) melimpah potensi kayu Mahoni.   .

Hingga saat ini, Mahoni masih menjadi salah satu andalan utama petani anggota KOSTAJASA. Meski kini mereka telah menanam berbagai jenis pohon lainnya, mahoni tetap dikenang sebagai fondasi. Dari hanya mengenal satu jenis, kini para petani belajar memilih, merawat, dan menanam dengan kesadaran lebih tinggi terhadap lingkungan dan keberlanjutan. Kisah mahoni adalah kisah bagaimana langkah kecil yang konsisten bisa membawa perubahan besar dalam pengelolaan hutan rakyat.

Leave a Reply

Discover more from Kostajasa Community Forest

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading